Pelajaran 3 dari 4 · 6 menit

Menyusun rencana: simulasi, tesis, dan pengingat

Tiga alat untuk mengubah ide menjadi rencana tertulis: simulasi trading, catatan tesis di Saham pilihan, dan notifikasi.

Simulasi trading

Tombol Simulasi trading di daftar sinyal menghitung rencana lengkap dari modal, risiko per transaksi (0,5% sampai 2%), dan batas alokasi per saham (10% sampai 40%). Modal terisi otomatis dari total investasi di portofolio Anda, dan lot yang sudah Anda pegang ikut ditampilkan, dengan peringatan bila gabungannya melewati batas alokasi.

Harga dibulatkan ke fraksi harga BEI.
Bagian rencanaCara dihitung
Tiga harga beliPenutupan dikurangi 0,15, 0,65, dan 1,15 × ATR, dengan porsi 50%, 30%, dan 20%
Stop lossYang lebih rendah dari: terendah 20 hari − 0,25 × ATR, atau harga beli ketiga − 0,75 × ATR
Jumlah lotYang lebih kecil dari batas risiko dan batas alokasi, dibulatkan ke bawah
TargetTP1 di 1,5R (jual 50%) dan TP2 di 2,5R (sisanya)

Tesis di Saham pilihan

Setiap saham di Saham pilihan bisa diberi catatan tesis (mengapa saham ini menarik), target harga, dan tanggal tinjau. Saat tanggal tinjau tiba, Anda mendapat pengingat untuk memeriksa apakah alasan awal masih berlaku. Kebiasaan ini melawan bias konfirmasi: Anda dipaksa membandingkan kenyataan dengan alasan yang Anda tulis sendiri.

Notifikasi

Nyalakan lonceng pada emiten yang Anda ikuti untuk menerima kabar kondisinya, baik di aplikasi maupun lewat notifikasi browser. Di halaman Notifikasi, Anda memilih kategori kabar dan pemicu yang dikirim hanya ketika ada perubahan, dihitung dari harga penutupan sesi terakhir.

Poin penting

  • Simulasi trading menghitung harga beli bertahap, stop, lot, dan target dari ATR.
  • Tulis tesis dan tanggal tinjau agar keputusan bisa dievaluasi.
  • Lonceng emiten dan pemicu perubahan menjaga Anda tetap mengikuti tanpa terus memantau.