Lot, fraksi harga, dan batas auto rejection
Tiga aturan teknis yang menentukan berapa minimal Anda membeli, harga berapa yang boleh dipasang, dan seberapa jauh harga bisa bergerak dalam sehari.
Lot: satuan pembelian
Di BEI, saham dibeli dalam . Satu lot berisi 100 lembar. Jadi harga yang tertera adalah harga per lembar, dan nilai satu lot adalah harga × 100.
- Jumlah lembar
- 3 lot × 100 = 300 lembar
- Nilai transaksi
- 300 × Rp1.250 = Rp375.000
- Ditambah biaya beli (misal 0,15%)
- Rp562,5
- Total dana yang terpakai
- ≈ Rp375.563
Fraksi harga: kelipatan yang diizinkan
Harga tidak bisa dipasang sembarang angka. menentukan kelipatannya menurut rentang harga:
| Rentang harga | Fraksi |
|---|---|
| Di bawah Rp200 | Rp1 |
| Rp200 sampai di bawah Rp500 | Rp2 |
| Rp500 sampai di bawah Rp2.000 | Rp5 |
| Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000 | Rp10 |
| Rp5.000 ke atas | Rp25 |
Artinya, saham Rp1.250 bergerak per Rp5 (Rp1.245, Rp1.250, Rp1.255), sedangkan saham Rp150 bergerak per Rp1. Satu langkah di saham murah adalah persentase yang jauh lebih besar: Rp1 dari Rp150 sekitar 0,7%, sedangkan Rp5 dari Rp1.250 hanya 0,4%.
ARA dan ARB: batas gerak harian
Agar harga tidak melonjak atau anjlok tanpa kendali dalam sehari, bursa memasang batas auto rejection. adalah batas atas dan batas bawah, dihitung dari harga acuan (umumnya penutupan hari sebelumnya). Order di luar batas otomatis ditolak.
Poin penting
- 1 lot = 100 lembar; nilai transaksi = lot × 100 × harga.
- Harga hanya boleh dipasang pada kelipatan fraksi sesuai rentangnya.
- ARA/ARB membatasi gerak harian; di ARB, menjual bisa tidak mungkin.