Pelajaran 3 dari 5 · 5 menit

Lot, fraksi harga, dan batas auto rejection

Tiga aturan teknis yang menentukan berapa minimal Anda membeli, harga berapa yang boleh dipasang, dan seberapa jauh harga bisa bergerak dalam sehari.

Lot: satuan pembelian

Di BEI, saham dibeli dalam . Satu lot berisi 100 lembar. Jadi harga yang tertera adalah harga per lembar, dan nilai satu lot adalah harga × 100.

Membeli 3 lot saham seharga Rp1.250
Jumlah lembar
3 lot × 100 = 300 lembar
Nilai transaksi
300 × Rp1.250 = Rp375.000
Ditambah biaya beli (misal 0,15%)
Rp562,5
Total dana yang terpakai
≈ Rp375.563

Fraksi harga: kelipatan yang diizinkan

Harga tidak bisa dipasang sembarang angka. menentukan kelipatannya menurut rentang harga:

Tabel yang sama dipakai kalkulator rencana trading dan portofolio Quantesa saat membulatkan harga.
Rentang hargaFraksi
Di bawah Rp200Rp1
Rp200 sampai di bawah Rp500Rp2
Rp500 sampai di bawah Rp2.000Rp5
Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000Rp10
Rp5.000 ke atasRp25

Artinya, saham Rp1.250 bergerak per Rp5 (Rp1.245, Rp1.250, Rp1.255), sedangkan saham Rp150 bergerak per Rp1. Satu langkah di saham murah adalah persentase yang jauh lebih besar: Rp1 dari Rp150 sekitar 0,7%, sedangkan Rp5 dari Rp1.250 hanya 0,4%.

ARA dan ARB: batas gerak harian

Agar harga tidak melonjak atau anjlok tanpa kendali dalam sehari, bursa memasang batas auto rejection. adalah batas atas dan batas bawah, dihitung dari harga acuan (umumnya penutupan hari sebelumnya). Order di luar batas otomatis ditolak.

Poin penting

  • 1 lot = 100 lembar; nilai transaksi = lot × 100 × harga.
  • Harga hanya boleh dipasang pada kelipatan fraksi sesuai rentangnya.
  • ARA/ARB membatasi gerak harian; di ARB, menjual bisa tidak mungkin.