Pelajaran 3 dari 5 · 6 menit

Momentum: RSI dan MACD

Dua indikator momentum paling populer, cara scanner menghitungnya, dan jebakan umum saat membacanya.

Momentum mengukur seberapa cepat harga bergerak. Harga bisa masih naik tetapi dengan dorongan yang makin lemah, dan indikator momentum membantu melihat perubahan itu.

RSI

berskala 0 sampai 100 dan membandingkan besarnya kenaikan dengan penurunan selama 14 periode. Scanner memberi label Overbought di 70 ke atas, Oversold di 30 ke bawah, dan Netral di antaranya. Kedua zona ekstrem itu disebut . Panel teknikal di watchlist dan portofolio menyebutnya "Jenuh beli" dan "Jenuh jual".

MACD

adalah selisih rata-rata eksponensial 12 dan 26 periode. Garis sinyalnya adalah rata-rata 9 periode dari MACD itu sendiri. Scanner menyebutnya Bullish bila MACD berada di atas garis sinyal, artinya momentum jangka pendek sedang menguat dibanding jangka menengahnya.

  • MACD memotong ke atas garis sinyal: momentum mulai membaik.
  • MACD memotong ke bawah: momentum mulai melemah.
  • MACD di atas nol: rata-rata jangka pendek di atas jangka menengah, searah dengan tren naik.

Poin penting

  • RSI(14): ≥ 70 overbought, ≤ 30 oversold, tetapi bukan perintah jual/beli.
  • MACD(12, 26, 9) bullish bila MACD di atas garis sinyal.
  • Indikator momentum mengikuti harga, bukan meramalkannya.