Kekuatan tren: ADX, SuperTrend, dan squeeze
Membedakan tren yang kuat dari pasar yang sekadar bergoyang, dan mengenali saat volatilitas menyempit.
Banyak strategi bekerja baik saat ada tren dan buruk saat pasar bergerak menyamping. Tiga kolom scanner membantu membedakannya.
ADX: ada tren atau tidak?
mengukur kekuatan tren, bukan arahnya. Dengan periode 14, scanner memberi label:
| ADX | Label |
|---|---|
| 25 ke atas | Tren kuat |
| 20 sampai di bawah 25 | Tren terbentuk |
| Di bawah 20 | Sideways |
Arahnya dibaca dari dua komponen ADX (+DI dan −DI): scanner menuliskannya sebagai "Arah naik" atau "Arah turun", ditambah keterangan "menguat" atau "melemah" dibanding lima sesi sebelumnya. ADX tinggi dengan arah turun berarti tren turun yang kuat, bukan peluang beli.
SuperTrend: pengikut tren
adalah garis yang berada di bawah harga saat tren naik (Bullish) dan di atas harga saat tren turun (Bearish). Lebarnya dihitung dari ATR 14 hari dengan pengali dasar 3. Versi Quantesa menyesuaikan pengalinya dengan volume dan konsistensi pergerakan harga, sehingga garisnya lebih longgar saat pasar ramai.
Squeeze: volatilitas menyempit
(SMA20 ± 2 simpangan baku) melebar saat harga bergejolak dan menyempit saat tenang. Kondisi yang disebut ini ditandai scanner sebagai Menyempit ketika pita Bollinger seluruhnya berada di dalam Keltner Channel (SMA20 ± 1,5 × ATR 20 hari). Bila lebar pitanya justru berada di 20% teratas riwayatnya, labelnya Melebar.
Poin penting
- ADX(14) ≥ 25 tren kuat, < 20 sideways; arah dibaca dari +DI/−DI.
- SuperTrend menunjukkan sisi tren: bullish di bawah harga, bearish di atas.
- Squeeze menandai volatilitas sempit, bukan arah gerakan berikutnya.