Ukuran posisi: berapa lot yang pantas?
Tentukan dulu berapa rupiah yang siap hilang bila analisis salah, baru hitung jumlah lotnya. Bukan sebaliknya.
Kesalahan paling umum pemula adalah menentukan jumlah lot dari keyakinan ("saham ini pasti naik, beli banyak"). Pendekatan yang lebih tahan banting dimulai dari pertanyaan: berapa yang siap saya rugikan bila saya salah?
Jarak dari harga beli ke stop loss disebut 1R (). Bila Anda membatasi kerugian per transaksi, misalnya 1% dari modal, maka bisa dihitung:
- Risiko maksimal = 1% × Rp50 juta
- Rp500.000
- Risiko per lembar = 2.000 − 1.900
- Rp100
- Jumlah lembar = 500.000 ÷ 100
- 5.000 lembar = 50 lot
- Nilai posisi = 5.000 × Rp2.000
- Rp10 juta (20% modal)
Perhatikan bahwa risiko 1% tidak berarti membeli 1% dari modal. Posisinya 20% dari modal, tetapi bila stop tersentuh sesuai rencana, kerugiannya hanya sekitar 1% (ditambah biaya).
Batas porsi per saham
Bila stop sangat dekat, rumus di atas bisa menyarankan posisi yang terlalu besar. Karena itu perlu batas kedua: porsi maksimal modal untuk satu saham. Kalkulator simulasi trading Quantesa memakai yang lebih kecil dari dua batas ini.
- Batas alokasi = 15% × Rp50 juta
- Rp7,5 juta
- Lembar menurut alokasi = 7,5 juta ÷ 2.000
- 3.750 lembar = 37 lot (dibulatkan ke bawah)
- Lot menurut risiko
- 50 lot
- Yang dipakai (lebih kecil)
- 37 lot
Poin penting
- Tentukan risiko rupiah dulu, baru jumlah lot.
- Lot = risiko maksimal ÷ (harga beli − stop) ÷ 100, dibulatkan ke bawah.
- Batasi juga porsi per saham; pakai yang lebih kecil dari keduanya.
Lihat langsung di aplikasi
Halaman ini bagian dari workspace member. Masuk dulu; setelah itu Anda diantar ke halamannya.