Pelajaran 1 dari 5 · 7 menit

Ukuran posisi: berapa lot yang pantas?

Tentukan dulu berapa rupiah yang siap hilang bila analisis salah, baru hitung jumlah lotnya. Bukan sebaliknya.

Kesalahan paling umum pemula adalah menentukan jumlah lot dari keyakinan ("saham ini pasti naik, beli banyak"). Pendekatan yang lebih tahan banting dimulai dari pertanyaan: berapa yang siap saya rugikan bila saya salah?

Jarak dari harga beli ke stop loss disebut 1R (). Bila Anda membatasi kerugian per transaksi, misalnya 1% dari modal, maka bisa dihitung:

Modal Rp50 juta, risiko 1%, beli di Rp2.000, stop di Rp1.900
Risiko maksimal = 1% × Rp50 juta
Rp500.000
Risiko per lembar = 2.000 − 1.900
Rp100
Jumlah lembar = 500.000 ÷ 100
5.000 lembar = 50 lot
Nilai posisi = 5.000 × Rp2.000
Rp10 juta (20% modal)

Perhatikan bahwa risiko 1% tidak berarti membeli 1% dari modal. Posisinya 20% dari modal, tetapi bila stop tersentuh sesuai rencana, kerugiannya hanya sekitar 1% (ditambah biaya).

Batas porsi per saham

Bila stop sangat dekat, rumus di atas bisa menyarankan posisi yang terlalu besar. Karena itu perlu batas kedua: porsi maksimal modal untuk satu saham. Kalkulator simulasi trading Quantesa memakai yang lebih kecil dari dua batas ini.

Contoh yang sama dengan batas alokasi 15%
Batas alokasi = 15% × Rp50 juta
Rp7,5 juta
Lembar menurut alokasi = 7,5 juta ÷ 2.000
3.750 lembar = 37 lot (dibulatkan ke bawah)
Lot menurut risiko
50 lot
Yang dipakai (lebih kecil)
37 lot

Poin penting

  • Tentukan risiko rupiah dulu, baru jumlah lot.
  • Lot = risiko maksimal ÷ (harga beli − stop) ÷ 100, dibulatkan ke bawah.
  • Batasi juga porsi per saham; pakai yang lebih kecil dari keduanya.