Pelajaran 2 dari 5 · 7 menit

Stop loss, target, dan risk/reward

Di mana menaruh stop agar tidak tersentuh oleh goyangan biasa, dan mengapa target harus sepadan dengan risikonya.

adalah harga yang Anda tetapkan sebelum membeli sebagai tanda analisis Anda salah. Stop yang terlalu dekat mudah tersentuh oleh goyangan harian biasa; stop yang terlalu jauh membuat kerugian per transaksi membengkak.

Ukuran goyangan biasa bisa dibaca dari , rata-rata jarak gerak harian selama 14 hari. Kolom di scanner menampilkannya sebagai persen dari harga: di bawah 2,5% "Tenang", di bawah 5% "Sedang", selebihnya "Bergejolak".

Target · 3RHarga beliStop lossimbalan1R
Jarak harga beli ke stop adalah 1R. Target di 3R berarti calon untungnya tiga kali calon ruginya.

Kolom Risk / reward di scanner

  • Stop = support 20 sesi dikurangi setengah ATR, sehingga berada sedikit di bawah area support, bukan tepat di atasnya.
  • Target () = resistance 20 sesi bila minimal 0,5% di atas harga; bila tidak, harga tertinggi 1 tahun; bila keduanya tidak ada, "Tanpa target".
  • Rasio = persen jarak ke target ÷ persen jarak ke stop, ditulis seperti "3,0 : 1".
Contoh perhitungan
Harga Rp2.000, support 20 sesi Rp1.940, ATR Rp80
Stop = 1.940 − ½ × 80
Rp1.900 (risiko 5%)
Target = resistance 20 sesi
Rp2.300 (imbalan 15%)
Risk / reward
15 ÷ 5 = 3,0 : 1

Mengapa penting? Dengan rasio 3 : 1, Anda tetap untung walaupun hanya benar satu dari tiga kali. Dengan rasio 1 : 1, Anda harus benar lebih dari separuh waktu hanya untuk menutup biaya.

Poin penting

  • Stop ditetapkan sebelum beli, di luar goyangan harian biasa (lihat ATR).
  • Scanner: stop = support 20 sesi − ½ ATR; target = resistance 20 sesi atau high 1 tahun.
  • Rasio tinggi memberi ruang untuk sering salah; stop tetap bisa slip saat gap.