Tiga laporan keuangan dalam lima menit
Laba rugi, neraca, dan arus kas menjawab tiga pertanyaan berbeda. Anda tidak perlu menjadi akuntan untuk membacanya.
Emiten wajib menerbitkan secara berkala. Ada tiga laporan utama, masing-masing menjawab satu pertanyaan:
| Laporan | Pertanyaan | Angka kunci |
|---|---|---|
| Laba rugi | Apakah bisnisnya menghasilkan laba? | Pendapatan, laba bersih, margin |
| Neraca | Apa yang dimiliki dan apa yang diutang? | Aset, utang, ekuitas |
| Arus kas | Apakah uangnya benar-benar masuk? | Arus kas operasi |
adalah sisa pendapatan setelah semua beban, bunga, dan pajak. Agar bisa dibandingkan dengan harga saham, laba dibagi jumlah saham beredar menjadi (laba per saham). Dengan cara yang sama, ekuitas dibagi jumlah saham menjadi (nilai buku per saham).
Menghitung EPS dan BVPS
- Laba bersih setahun
- Rp2 triliun
- Ekuitas
- Rp10 triliun
- Jumlah saham beredar
- 5 miliar lembar
- EPS = laba ÷ saham
- Rp400 per lembar
- BVPS = ekuitas ÷ saham
- Rp2.000 per lembar
Mengapa arus kas penting
Laba bisa tercatat walaupun uangnya belum diterima, misalnya penjualan kredit yang belum dibayar pelanggan. menunjukkan uang tunai yang benar-benar dihasilkan usaha inti. Laba yang terus naik tetapi arus kas operasinya negatif adalah tanda bahaya yang patut diselidiki.
Poin penting
- Laba rugi = profitabilitas, neraca = kekayaan dan utang, arus kas = uang sungguhan.
- EPS = laba bersih ÷ saham beredar; BVPS = ekuitas ÷ saham beredar.
- Laba naik dengan arus kas operasi negatif perlu diwaspadai.